Sabtu, 07 Desember 2013
Cinta itu..
Cinta itu seperti kupu kupu tambah
dikejar tambah lari..
Tapi, kalau dibiarkan terbang “DIA”
akan datang disaat kamu tidak
mengharapkannya..
Cinta dapat membuatmu bahagia, tapi
sering juga bikin sedih…
Tapi cinta baru bisa berharga kalau
diberikan kepada seseorang yang
menghargainya..
CINTA bukan bagaimana menjadi
pasangan yang sempurna bagi
seseorang,, tapi bagaimana
menemukan seseorang yang
dapat membantumu menjadi dirimu
sendiri..
Jangan pernah bilang “I LOVE U” kalau
Kamu tidak peduli..
Jangan pernah membicarakan perasaan
yang tidak pernah ada..
Jangan pernah menyentuh hidup
seseorang, kalau hal itu akan
menghancurkan hatinya..
Jangan pernah menatap matanya kalau
semua yang kamu lakukan hanya
berbohong…
Hal yang paling kejam yang seseorang
lakukan kepada orang lain adalah
membiarkannya “JATUH CINTA”,,
sementara Kamu tidak berniat untuk
menangkapnya..
cinta bukan “INI SALAH KAMU !!!”
tapi,, “MAAFKAN AKU”...
bukan “KAMU DIMANA SICH ??? ”
tapi,, “AKU DISINI”...
bukan “GIMANA SICH KAMU ???”
tapi,, “AKU NGERTI KOK”...
bukan “COBA KAMU G’ KAYAK GINI!!!”
tapi,, “AKU CINTA KAMU SEPERTI KAMU
APA ADANYA”...
Kompalibitas yang paling benar, bukan
diukur berdasarkan berapa lama kalian
sudah bersama..
Tapi apakah selama kalian bersama,
kalian selalu mengisi satu sama lain
dan saling membuat hidup yang
berkualitas….??
Kesedihan dan kerinduan hanya terasa
selama yang Kamu inginkan,,, dan
menyayat sedalam yang kamu izinkan..
Yang berat bukan bagaimana cara
menanggulangi Kesedihan dan
kerinduan itu,,, tapi bagaimana belajar
darinya..!!
“JATUH CINTA”
Jatuh, tapi jangan terhuyung-huyung...
Konsisten, tapi jangan memaksa...
Berbagi, dan jangan bersikap tidak adil...
Mengerti, dan cobalah untuk tidak
banyak menuntut…
Sedih, tapi jangan pernah simpan
kesedihan itu...
memang sakit melihat orang yang
Kamu cintai Sedang berbahagia dengan
orang lain,,, tapi
lebih sakit lagi kalau orang yang Kamu
cintai itu tidak berbahagia bersama
Kamu…..!!!
Cinta akan menyakitkan ketika Kamu
berpisah dengan seseorang, Lebih
menyakitkan apabila Kamu dilupakan
oleh Kekasihmu...
Cinta akan lebih menyakitkan lagi
apabila seseorang yang Kamu sayangi
tidak tau apa yang sesungguhnya
Kamu rasakan...
Yang paling menyedihkan dalam hidup
adalah menemukan seseorang dan
jatuh cinta hanya untuk menemukan
bahwa dia bukan untuk Kamu dan
Kamu sudah banyak menghabiskan
banyak waktu untuk orang yang tidak
pernah menghargainya…..!!!
dikejar tambah lari..
Tapi, kalau dibiarkan terbang “DIA”
akan datang disaat kamu tidak
mengharapkannya..
Cinta dapat membuatmu bahagia, tapi
sering juga bikin sedih…
Tapi cinta baru bisa berharga kalau
diberikan kepada seseorang yang
menghargainya..
CINTA bukan bagaimana menjadi
pasangan yang sempurna bagi
seseorang,, tapi bagaimana
menemukan seseorang yang
dapat membantumu menjadi dirimu
sendiri..
Jangan pernah bilang “I LOVE U” kalau
Kamu tidak peduli..
Jangan pernah membicarakan perasaan
yang tidak pernah ada..
Jangan pernah menyentuh hidup
seseorang, kalau hal itu akan
menghancurkan hatinya..
Jangan pernah menatap matanya kalau
semua yang kamu lakukan hanya
berbohong…
Hal yang paling kejam yang seseorang
lakukan kepada orang lain adalah
membiarkannya “JATUH CINTA”,,
sementara Kamu tidak berniat untuk
menangkapnya..
cinta bukan “INI SALAH KAMU !!!”
tapi,, “MAAFKAN AKU”...
bukan “KAMU DIMANA SICH ??? ”
tapi,, “AKU DISINI”...
bukan “GIMANA SICH KAMU ???”
tapi,, “AKU NGERTI KOK”...
bukan “COBA KAMU G’ KAYAK GINI!!!”
tapi,, “AKU CINTA KAMU SEPERTI KAMU
APA ADANYA”...
Kompalibitas yang paling benar, bukan
diukur berdasarkan berapa lama kalian
sudah bersama..
Tapi apakah selama kalian bersama,
kalian selalu mengisi satu sama lain
dan saling membuat hidup yang
berkualitas….??
Kesedihan dan kerinduan hanya terasa
selama yang Kamu inginkan,,, dan
menyayat sedalam yang kamu izinkan..
Yang berat bukan bagaimana cara
menanggulangi Kesedihan dan
kerinduan itu,,, tapi bagaimana belajar
darinya..!!
“JATUH CINTA”
Jatuh, tapi jangan terhuyung-huyung...
Konsisten, tapi jangan memaksa...
Berbagi, dan jangan bersikap tidak adil...
Mengerti, dan cobalah untuk tidak
banyak menuntut…
Sedih, tapi jangan pernah simpan
kesedihan itu...
memang sakit melihat orang yang
Kamu cintai Sedang berbahagia dengan
orang lain,,, tapi
lebih sakit lagi kalau orang yang Kamu
cintai itu tidak berbahagia bersama
Kamu…..!!!
Cinta akan menyakitkan ketika Kamu
berpisah dengan seseorang, Lebih
menyakitkan apabila Kamu dilupakan
oleh Kekasihmu...
Cinta akan lebih menyakitkan lagi
apabila seseorang yang Kamu sayangi
tidak tau apa yang sesungguhnya
Kamu rasakan...
Yang paling menyedihkan dalam hidup
adalah menemukan seseorang dan
jatuh cinta hanya untuk menemukan
bahwa dia bukan untuk Kamu dan
Kamu sudah banyak menghabiskan
banyak waktu untuk orang yang tidak
pernah menghargainya…..!!!
Senin, 25 November 2013
Motivasi kehidupan
Motivasi Kehidupan
Pernahkah
Anda bertanya kepada diri Anda sendiri; Apakah arti hidup ini? Saya
dengar, banyak orang yang memiliki pertanyaan serupa itu. Namun, saya
tidak begitu yakin jika setiap orang berhasil mendapatkan jawaban yang
sama atas pertanyaan itu. Jadi, bagi Anda sendiri; apakah arti hidup itu?
Bak
air di kamar mandi saya yang terbuat dari semen dan batu bata
belakangan ini sering sekali mengalami kebocoran. Maka saya
menggantinya dengan bak baru yang berbahan dasar fiber. Proses
pergantian itu menghasilkan setumpuk puing yang teronggok disamping
rumah kami. Sudah saya niatkan meminta bantuan tukang sampah untuk
menyingkirkan puing itu. Namun saya belum bertemu dengannya dalam
beberapa hari terakhir ini. Walhasil, puing-puing itu tetap teronggok
disitu. Membuat pemandangan menjadi terganggu.
Pagi-pagi sekali terdengar seseorang tengah berteriak; ”Maaf Mas, puingnya masih akan digunakan oleh Bapak.” Perkiraan
saya itu adalah suara Mbak yang membantu pekerjaan rumah tangga kami.
Secara spontan saya menuju ke halaman depan. Beberapa orang dalam mobil
bak terbuka telah bersiap meninggalkan rumah kami. ”Mas, Anda membutuhkan puing-puing itu?” saya bertanya. Saat mereka mengiyakan, saya mempersilakannya. Dan. Sejak saat itu, saya tidak lagi melihat puing-puing itu.
Saya
tercenung selama beberapa saat. Sesuatu yang saya anggap tidak berguna,
tanpa disangka dicari-cari oleh orang lain. Kalau dihitung biaya bahan
bakar mobil dan ongkos kerja mereka, maka tidaklah mungkin mereka
melakukannya jika tidak menemukan ’nilai ekonomi’ dari puing-puing itu.
Maka kesimpulan saya; sesuatu yang saya anggap sampah bisa jadi
merupakan benda berharga dimata orang lain.
Bukan
sekali itu saya menganggap sesuatu tidak berharga. Bahkan lebih
parahnya lagi, tidak jarang yang saya anggap tidak berharga itu adalah
bagian dari diri saya sendiri. Misalnya, ketika saya merasa sebagai
seorang pecundang, maka saya telah merendahkan nilai diri saya. Betapa
seringnya juga saya merasa tidak berdaya untuk melakukan sesuatu.
Seolah tangan ini. Kaki ini. Kepala ini. Dada ini. Semuanya tidak cukup
berguna untuk menjadikan hidup saya bermakna. Padahal, seandainya saya
mengumumkan di media masa: ”barang siapa yang menginginkan mata saya, silakan diambil saja,”
maka saya yakin akan banyak sekali peminatnya. Tetapi, mengingat betapa
saya sering menyepelekan makna mata ini bagi kehidupan saya, nyata
sekali bahwa; saya tidak benar-benar menghargai anugerah yang telah
Allah hadiahkan melalui mata saya. Astaghfirullah.
Bukti lain jika saya sering menyia-nyiakan cinta Allah
adalah ketika saya begitu seringnya membiarkan kemampuan diri saya
tersia-siakan. Mata saya tadi, lebih sering saya gunakan untuk melihat
hal yang mungkin Allah tidak sukai. Telinga saya. Lebih sering saya
gunakan untuk mendengarkan suara-suara yang negatif daripada yang
positif. Jari jemari saya lebih sering dipakai untuk menuliskan
kalimat-kalimat buruk daripada yang baik-baik. Sekujur tubuh saya juga
begitu.
Saya sering sekali bertanya-tanya tentang ’apa arti hidup ini’.
Sekarang saya mengerti, mengapa saya tidak kunjung menemukan
jawabannya. Sebab seseorang hanya akan bisa menemukan apa arti
hidupnya, jika dan hanya jika dia bisa memberikan arti dari setiap
organ tubuh melalui kegunaannya. Dengan kata lain, ’arti hidup ini’ itu
bukan untuk dicari definisinya. Melainkan untuk diciptakan oleh diri
kita sendiri melalui tindakan yang kita lakukan dengan menggunakan
sekujur tubuh kita. Baik tubuh kasar ragawi, maupun tubuh halus ruhani.
Jadi, agak aneh jika kita terus mencari arti hidup tetapi kita terus menerus menyia-nyiakan hidup kita sendiri.
Jadi,
sebenarnya apa sih arti hidup ini? Entahlah. Tergantung bagaimana kita
menggunakannya saja. Jika kita menggunakan hidup untuk kebaikan, maka
kita akan menemukan bahwa ’hidup ini memiliki arti yang baik’.
Namun, jika kita menggunakannya untuk keburukan maka kita memberi arti
sebaliknya. Maka pantaslah jika Allah memberi nilai yang berbeda-beda
atas hidup yang telah diberikannya kepada setiap insan. Dan karena
balasan Allah sangat ditentukan oleh bagaimana cara seseorang
menggunakan hidupnya, maka baik dan buruknya kita dimata Allah sangat
ditentukan oleh apakah kita menggunakan hidup kita untuk kebaikan atau
keburukan, dan untuk saling mencintai.
Dengan demikian, tidak penting lagi untuk mencari apa itu arti kehidupan. Karena ternyata, justru tugas kitalah untuk memberikan arti kepada kehidupan yang telah dianugerahkan Allah dan terus memotivasi diri.
Seperti kertas putih polos. Terserah kita mau menggoreskan tulisan
seperti apa didalamnya. Karena bersama kehidupan, Allah memberi kita
seperangkat kebebasan untuk memilih; apakah kita ingin kembali kepada
Allah dengan catatan hidup yang baik atau tidak.
Motivasi Kehidupan
Pernahkah
Anda bertanya kepada diri Anda sendiri; Apakah arti hidup ini? Saya
dengar, banyak orang yang memiliki pertanyaan serupa itu. Namun, saya
tidak begitu yakin jika setiap orang berhasil mendapatkan jawaban yang
sama atas pertanyaan itu. Jadi, bagi Anda sendiri; apakah arti hidup itu?
Bak
air di kamar mandi saya yang terbuat dari semen dan batu bata
belakangan ini sering sekali mengalami kebocoran. Maka saya
menggantinya dengan bak baru yang berbahan dasar fiber. Proses
pergantian itu menghasilkan setumpuk puing yang teronggok disamping
rumah kami. Sudah saya niatkan meminta bantuan tukang sampah untuk
menyingkirkan puing itu. Namun saya belum bertemu dengannya dalam
beberapa hari terakhir ini. Walhasil, puing-puing itu tetap teronggok
disitu. Membuat pemandangan menjadi terganggu.
Pagi-pagi sekali terdengar seseorang tengah berteriak; ”Maaf Mas, puingnya masih akan digunakan oleh Bapak.” Perkiraan
saya itu adalah suara Mbak yang membantu pekerjaan rumah tangga kami.
Secara spontan saya menuju ke halaman depan. Beberapa orang dalam mobil
bak terbuka telah bersiap meninggalkan rumah kami. ”Mas, Anda membutuhkan puing-puing itu?” saya bertanya. Saat mereka mengiyakan, saya mempersilakannya. Dan. Sejak saat itu, saya tidak lagi melihat puing-puing itu.
Saya
tercenung selama beberapa saat. Sesuatu yang saya anggap tidak berguna,
tanpa disangka dicari-cari oleh orang lain. Kalau dihitung biaya bahan
bakar mobil dan ongkos kerja mereka, maka tidaklah mungkin mereka
melakukannya jika tidak menemukan ’nilai ekonomi’ dari puing-puing itu.
Maka kesimpulan saya; sesuatu yang saya anggap sampah bisa jadi
merupakan benda berharga dimata orang lain.
Bukan
sekali itu saya menganggap sesuatu tidak berharga. Bahkan lebih
parahnya lagi, tidak jarang yang saya anggap tidak berharga itu adalah
bagian dari diri saya sendiri. Misalnya, ketika saya merasa sebagai
seorang pecundang, maka saya telah merendahkan nilai diri saya. Betapa
seringnya juga saya merasa tidak berdaya untuk melakukan sesuatu.
Seolah tangan ini. Kaki ini. Kepala ini. Dada ini. Semuanya tidak cukup
berguna untuk menjadikan hidup saya bermakna. Padahal, seandainya saya
mengumumkan di media masa: ”barang siapa yang menginginkan mata saya, silakan diambil saja,”
maka saya yakin akan banyak sekali peminatnya. Tetapi, mengingat betapa
saya sering menyepelekan makna mata ini bagi kehidupan saya, nyata
sekali bahwa; saya tidak benar-benar menghargai anugerah yang telah
Allah hadiahkan melalui mata saya. Astaghfirullah.
Bukti lain jika saya sering menyia-nyiakan cinta Allah
adalah ketika saya begitu seringnya membiarkan kemampuan diri saya
tersia-siakan. Mata saya tadi, lebih sering saya gunakan untuk melihat
hal yang mungkin Allah tidak sukai. Telinga saya. Lebih sering saya
gunakan untuk mendengarkan suara-suara yang negatif daripada yang
positif. Jari jemari saya lebih sering dipakai untuk menuliskan
kalimat-kalimat buruk daripada yang baik-baik. Sekujur tubuh saya juga
begitu.
Saya sering sekali bertanya-tanya tentang ’apa arti hidup ini’.
Sekarang saya mengerti, mengapa saya tidak kunjung menemukan
jawabannya. Sebab seseorang hanya akan bisa menemukan apa arti
hidupnya, jika dan hanya jika dia bisa memberikan arti dari setiap
organ tubuh melalui kegunaannya. Dengan kata lain, ’arti hidup ini’ itu
bukan untuk dicari definisinya. Melainkan untuk diciptakan oleh diri
kita sendiri melalui tindakan yang kita lakukan dengan menggunakan
sekujur tubuh kita. Baik tubuh kasar ragawi, maupun tubuh halus ruhani.
Jadi, agak aneh jika kita terus mencari arti hidup tetapi kita terus menerus menyia-nyiakan hidup kita sendiri.
Jadi,
sebenarnya apa sih arti hidup ini? Entahlah. Tergantung bagaimana kita
menggunakannya saja. Jika kita menggunakan hidup untuk kebaikan, maka
kita akan menemukan bahwa ’hidup ini memiliki arti yang baik’.
Namun, jika kita menggunakannya untuk keburukan maka kita memberi arti
sebaliknya. Maka pantaslah jika Allah memberi nilai yang berbeda-beda
atas hidup yang telah diberikannya kepada setiap insan. Dan karena
balasan Allah sangat ditentukan oleh bagaimana cara seseorang
menggunakan hidupnya, maka baik dan buruknya kita dimata Allah sangat
ditentukan oleh apakah kita menggunakan hidup kita untuk kebaikan atau
keburukan, dan untuk saling mencintai.
Dengan demikian, tidak penting lagi untuk mencari apa itu arti kehidupan. Karena ternyata, justru tugas kitalah untuk memberikan arti kepada kehidupan yang telah dianugerahkan Allah dan terus memotivasi diri.
Seperti kertas putih polos. Terserah kita mau menggoreskan tulisan
seperti apa didalamnya. Karena bersama kehidupan, Allah memberi kita
seperangkat kebebasan untuk memilih; apakah kita ingin kembali kepada
Allah dengan catatan hidup yang baik atau tidak.
Langganan:
Postingan (Atom)



